Showing posts with label finance. Show all posts
Showing posts with label finance. Show all posts

I wish and I will

Hai!!! Finally I’m back again of course with a different change in every little things in my life. Aku sempet vakum dari dunia per-blog-an gara-gara ada yang protes soalnya blog ini dianggap terlalu ini lah dan terlalu itulah. Jadi aku memutuskan untuk memprivate blog ini sampe aku bener-bener siap untuk memposting lagi apa saja yang ada dikepalaku tanpa harus menyakiti atau menyinggung perasaan berbagai pihak. Kalo ada yang sebel, hurt feeling, atau diam-diam mengagumi diriku langsung aja sampaikan, dari pada ngedumel di belakang. Ya kan? Ya kan? Hehehe…

Olrait, mari kita mulai dengan bismilah supaya setiap kegiatan kita diridhoi Allah. :D. Oke, suasana masih awal tahun ni, nyambungnya sama resolusi tahun ini dong. Tapi sebenernya aku bukan orang yang suka bikin resolusi atau rencana gitu-gitu. Soalnya dari jaman TK (taman kanak-kanak) aku udah merencanakan skenario yang ingin aku mainkan di hidupku. Bener deh. Jadi ceritanya aku iseng aja buka-buka majalah lama, cari-cari inspirasi soalnya tanganku mendadak gatel pengen ngedesain baju. *setelah 2 tahun lamanya gak pernah bikin desain*. Terus di majalah itu ada halaman yang judulnya ‘Dreams journal’, dari pada bengong aku isi aja deh ntu halaman.

I Wish…

Impianku buat besok:

Bisa ngerampungin semua kerjaan yang belom beres, jadi anak & kakak yang baek, disayang semua orang, lebih hemat, IP naek, dapet scholarhip!!! Ameeen!!!

Impianku buat tahun depan:

Skripsi lancar, dapet dosen pembimbing yang baek hati sekali, ujiannya juga lancer jaya, lulus kuliah tepat waktu, jadi sarjana, langsung dapet kerjaan enak :D, gaji oke, bisa bantu bayar sekolah adek-adekku, tetep keep in touch sama temen-temen, ketemu sama the right one.

Impianku buat 5 tahun mendatang:

Naek jabatan, dapet gela S2 menikah sama pangeran harimau ku, punya anak-anak yang lucu & pinter melebihi emak dan bapaknya, punya rumah sendiri yang kebunnya luas & ada kolam renangnya, jadi panitia arisan keluarga.

I Will…

(Biar impianku tercapai)

Langkah buat besok:

Bangun pagi, shalat subuh, ngaji, langsung nyuci semua baju kotor, setrika semua baju sambil nyanyi-nyanyi, dst… dst…

Langkah buat tahun depan:

Belajar yang rajin gak lupa berdoa, rajin cari info *baca nggosip*, lebih disiplin, rajin ol *keep in touch sama temen*, jadi stalker. Oops… hahaha!!!

Langkah buat 5 tahun mendatang:

All out selama kerja, nabung, mengharap doa restu dari semua pihak terutama ortu *kunci sukses* mengingat lelaki idaman saya adalah tipe-tipe badboy beriman, tentu saya butuh kerja ekstra buat ngeyakinin mereka kalo He’s the right one *walopun sebenernya aku juga gak yakin*, cari tahah yang murah buat bangun rumah, explore ide buat tema arisan keluarga.

Setelah semuanya terisi aku senyam-senyum gak jelas sambil berharap semua bisa terwujud. At least ini bisa jadi motivasi buat ngejar impian kita, walaupun kita nggak tahu nantinya bakal terwujud atau nggak tapi aku yakin Allah akan memberi yang terbaik buat kita. Inysaallah. Mari kita bersyukur atas semua hal baik yang sudah kita dapatkan dan bersabar dalam menanti hal baik lainnya. :D


Saya Bingung

Bingung deh mau nulis apa di postingan ini. Oke baiklah. Keinginanqu untuk punya sepeda dipenuhi oleh orang tuaqu tapi aku merasa bersalah. Sepertinya aku cuma bisa menghabiskan uang mereka ya? Uuuh what should I do to erase this guilty feeling? Tapi aku tidak sabar pengen milih-milih sepeda*anak yang tidak tahu diri ya* pokoknya mulai bulan ini aku akan mengencangkan ikat pinggang. Jangan sampai peristiwa bulan kemaren terjadi lagi*Ispent 1milllion rupiahs in 20 days*. Feel guilty banget kalo inget itu. Mom, forgive me ya....

Ternyata sifat pelupa ibuku menurun padaku. Parahnya, kadar kepelupaanku semakin kronis saja. Contohnya, aku semakin sering lupa bawa STNK, lupa bawa hape yang ada pulsanya, lupa bawa kunci motor, lupa gak pake helm, dst... hal ini semakin membuat saya yakin kalo saya tidak ditakdirkan untuk menjadi seorang bu dokter. Masa dokter pelupa? *tapi ibuku pelupa* Ya sudah gak papa. Oiya, kalo qu pamitan mau balik ke malang, nenekqu selalu ngomong gini,”Belajar yang sungguh-sungguh ya, aku pengen punya cucu seorang dokter.” Oh men!!! Dokter lagi...dokter lagi... kenapa sih mereka pengen aku jadi dokter? *aku juga pengen sih* tapi, apakah seorang mahasiswa sastra inggris bisa menjadi seorang dokter?! Saya juga belum tau jawabannya. Qita tunggu saja hasil SNMPTN 2009. ^_^


Umm...I wanna share bout my love live that getting pale. The problem is, I prefer spending most of my time with my friends than getting touch with him. But why he just waited for me without do nothing!? He has no inisiative to contact me first. He just said that, he felt my love to him isn't much as his, Where am I when he needed me, etc, etc. I know he was really angry. He just said that he angry to himself. Make me feel guilty, more and more. But then, I have been felt uncomfort b'coz he ask me to speak more polite to himself. He dislike if I treat he as the way I treat my friends. Whereas, that is the way I treat all people, include my parents. Hello, we aren't live in a palace! Be flexible! For someone over there, call me and tell me what you want b'coz if you just keep waiting, I'll never know what you want. Maybe I'm not fated to be girlfriends. >,< (leave comments in english only for this)


sepatu lukisku sudah jadi lho...